Sabtu, 24 Desember 2011

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB



MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab yaitu sifat terpuji yang ada dalam diri manusia, sifat ini sangat baik bagi manusi dalam pertanggung jawabanya sdalam semua hal. Sifat ini untuk membuat manusia tanggung jawab atas perbuatan atau pekerjaan yang dia dapat.
Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif.
Macam –macam tanggung jawab
Manusia itu berjuang memnuhi keperluannya sendiri dan untuk keperluan orang lain.dalam usahanya manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan tuhan.dengan denikian tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang di buatnya.atas dasar ini, lalu di kenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:

• Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap didir sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri daam mengembangkan keperibadian senbgai manusia pribadi.
Contohnya:
Nurul membaca sambil berjalan.meskipun senentar-bentar ia meliaht jalan,tetap juga ia lengah,dan terperosok kesebuah lobang.kakinya terkilir.ia menyesali dirinya sendiri akan kejadian itu.ia harus beristrahat di rumah beberapa hari. Konsekuensi tinggal di rumah beberapa hari merupakan tanggung jawab sendiri akan kelengahannya.

• Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masuarakat kecil.tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan
• Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, selain dengan keduduknnya sebagai mahluk social.karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut.
• Tanggung jawab kepada bangsa/Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia,tiap individu adalah warga Negara suatu Negara.dalam berpikir,berbuat,bertindak,bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh Negara.manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.bila perbuatan manusia itu salah,maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
• Tanggung jawab terhadap tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,melainkan untuk menngisi kehidupan manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan.sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci mlalui brbagai macam agama.
Tanggung jawab ini berkaitan dengan pengabdian dan pengorbanan, dalam halnya pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran,pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu ada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab.apabila orang bekerja keras seharian penh untuk mencukupi kebutuhan.lain hal nya jika kita membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian,tetapi hanya bantuan saja. Sedangkan pengorbanan adalah pemberian untuk menyatakan kebaktian.dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Kedua hal tersebut sama halnya seperti seorang ayah yang pergi bekerja untuk mencari nafkah untuk keluarganya dengan rasa penuh cita dan ikhlas dan sama halnya juga dengan seorang ibu yang merawat anaknya dari dini hingga dewasa, mereka berdua dalah orang tua kita yang memberi kasih saying dan perhatian penuhhingga kita dewasa tanpa pamrih dan ingin melihat kita bahagia.

CATATAN : Sifat tanggung jawab wajib dimiliki bagi setiap manusia agar terciptanya hidup yang rukun sebagai mana di landasi dengan hati yang ikhlas dan sabar J














NishNeshNith

MANUSIA DAN KEADILAN



MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan adalah suatu kebenaran yang imbang dan tidak merugikan kedua pihak manapun dan membuat hasil menjadi maksimal tanpa adanya pemprotesan dan keributan. Sehingga keadilan itu membuat manusia menjadi baik dan jujur. Dan keadilan dapat di artikan pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1.   Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2.   Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3.   Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4.   dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.

CATATAN : Sebagai manusia yang bersosialisasi dan cinta rasa damai jagalah sebuah kejujuran dan keseimbangan sehingga tidak adanya keributan dan pemprotesan dalam suatu keputusan maka berlaku lah secara adil dan bijaksana J







NishNeshNith

APA SIH PERBEDAAN SIFAT DAN KARAKTER ???


Apa si perbedaan sifat dan karakter ????
ehm...sifat , menurutku sih sifat itu akan muncul jika ada rangsangan...
jadi sifat merupakan bentuk respon...
misal sifat pemarah atau penyabar, penyanyang, iri, dengki...tuh semua adalah sifat.
mengenai bisa apa tidaknya sifat itu dirubah, menurutku sih sifat bisa dirubah...tapi memerlukan waktu yg lama, karna harus ditanamkan dulu dalam diri sesorang tersebut untuk tetap ingat untuk merubah sifatnya...
jadi sifat tersebut terkadang muncul spontan jika ada penyebabnya...

kalau karakter, menurutku lebih cenderung ke kejiwaan...bisa dikatakan kumpulan dari beberapa sifat (maksud aku, karakter mempunyai cakupan yg lebih luas/ besar). karakter tidak dinilai dari rangsangan seperti sifat, namun karakter dapat menumbuhkan / menciptakan sesuatu ide yg muncul tanpa perlu ada sesuatu yg memancing ide tersebut (pioneer). karakter bisa juga dirubah. sama hal'nya dengan sifat...karna pada intinya, semua manusia bisa berubah.

Tapi ada beberapa berpendapat seperti contoh halnya binatang koala yang mempunyai karakter pemalas, koala sudah terkenal dengan binatang pemalas yang sehariannya hanya tidur selama 22 jam, dia hanya beraktivitas selama 2 jam, wooowww… malas sekali ya binatang itu.
Dan beda halnya dengan sifat kalau sifat itu sudah berada dalam diri kita dapat dari suatu respon bagaimana seseorang yang menjadi sifat penyayang, baik hati, sopan dll. Yang membedakan adalah kalau sifat dapat berubah sedangkan karakter tidak karena kalau karakter itu sudah menjadi ciri khas tersendiri.
http://forum.detik.com/images/smilies/50.gif
Hampir serupa tetapi tidak sama sich. Mungkin kalo karakter itu cakupannya lebih luas daripada sifat.
Misalnya nich kita baru mengetahui sifat orang kalo kita udah bergaul sama dia. Tetapi kalo karakter, tanpa bergaul dengan orang yang bersangkutan kita udah bisa nebak kira2 karakter orang itu seperti apa...ada hubungannya sama penampilan dan aura juga. Kalo sifat khan enggak, harus ada test drive'nya dulu.

Yang bisa diubah itu sifat. Kalo karakter kayaknya enggak bisa dirubah secara sudah terebntuk secara alami sejak kita kecil. Ibaratnya pohon yang sudah tumbuh menjadi pohon mangga, tidak bisa diubah lagi menjadi pohon pepaya.
http://forum.detik.com/images/smilies/50.gif
Tetapi rasanya khan masih bisa diubah dari asam menjadi manis, misalnya lewat cangkok, menempel, perkawinan silang dengan bibit unggul, enten, merunduk, tiarap, dll.
Segitu aja dari saya, secara saya juga masih 'gelap'.
http://forum.detik.com/images/smilies/50.gif

ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN


Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Kesusastraan

Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Yang biasa diketahui segala bentuk tulisan manusia yang bermacam-macam. seperti buku ilmu pengetahuan, kitab-kitab, peraturan-peraturan dan lainya. Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.dan lainya yang mengatakan kesustraan adalah tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, tulisan, bentuk dan isinya.  

            Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.

·         Teori sastra,
yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang teori-teori sastra dan nilai-nilai sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
·         Sejarah sastra,
yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak awalnya sastra ada hingga berkembang saat ini.
·         Kritik sastra,
yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
·         Filologi,
 yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.

Ø  Dari pengertian dari keempat cabang tersebut sangat mempunyai keterkaitan di antara semuanya atau satu sama lain, dan  dari keempat cabang tersebut dapat memahami sastra secara keseluruhan.


 Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
 Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.

Karya sastra pada dasarnya adalah dapat mengetahui pembahasan secara menyeluruh dari berbagai macam tulisan sehingga kita dapat mencari resensi dari suatu hal yang baru. Dan sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk menangkap ini, pembaca harus mampu mengapresiasikannya. Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya.

1.Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang  disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman terhadap kisah yang disajikan.

2.  Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.

3.Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.

4.Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.

5.Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.
           
            Bahasa dan kebudayaan sangat berhubungan erat dimana suatu bahasa yang berasal dari kebudayaan, dan ada yang mengatakan lain yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang sederajat, yang kedudukannya sama tinggi.
Bahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Kalau kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu.

Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :

1.Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .

2. Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .

3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .

*IBD Yang Di Hubungkan Dengan Prosa

Istilah prosa banyak padanannya kadang-kadang disebut naratif fiction, prose fictic, atau hanya fiction saja dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal yang dipakai pada roman, novel dan cerita pendek
Prosa adalah karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat rima dan irama.
Jenis-jenis Prosa : Prosa lama dan prosa baru.
Ø  Prosa lama meliputi
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
Ø  Prosa baru meliputi
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

*Kesimpulan

Dalam mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar prosa, puisi dan drama punya peran tersendiri. Melalui prosa, puisi dan drama mahasiswa diharapkan mampu memahami segala isi yang terkandung didalamnya yang syarat dengan unsur-unsur kehidupan manusia baik pribadi maupun sosial. Dan disini banyak manfaatnya dalam berbagi ilmu dan wawasan sehingga kita dapat bertukar pendapat tentang masing-masing pemikiran.