Selasa, 28 Oktober 2014

TULISAN 1


Arsitektur komputer dan Struktur Kognitif Manusia

Sebelum membahas sistem informasi berbasis komputer ada baiknya kita harus mengetahui apa itu sistem informasi. Sebenarnya sistem informasi pada komputer dan sistem informasi pada manusia itu hamir sama namun yang membedakan itu hanya dalam tahap penyimpanan dan tahap pemanggilan kembali datanya. Sistem pemrosesan informasi manusia, aliran proses informasi manusia dimulai dari ditangkapnya stimulus atau rangsangan dari lingkungan sekitar oleh indera kita (mata, kulit, dll) yang kemudian dikirim ke otak. Di dalam otak semua stimulus ini diproses yang kemudian menghasilkan berbagai keluaran seperti membuat keputusan.Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Masih bersumber wikipedia juga, kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.
Kaitan antara Struktur Manusia dan Arsitektur Komputer
Pada dasarnya struktur kognitif manusia memiliki cara kerja yang sama dengan komputer, yaitu Input (Pemasukkan informasi), Storage (Pemrosesan Informasi), dan Output (Pengeluaran Informasi). Bagaimana manusia berfikir, menganalisa, memproses dalam pembuatan arsitektur komputer tentunya tidak luput dari upaya yang dilakukan oleh manusia. Begitu pula sebaliknya, struktur kognisi manusia pun terkadang membutuhkan bantuan arsitektur komputer dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Jadi antara struktur kognisi manusia dengan arsitektur komputer cukup erat kaitannya karena saling membutuhkan dan saling mempengaruhi.
Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer jika dibandingkan dengan Struktur Kognitif Manusia
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan: Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat. Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat. Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia. Komputer tidak dapat melakukan generalisasi. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan. Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain
Contoh kasus:
Menurut artikel ini Automatic Cooking Robot yang sedang dikembangkan oleh  Shanghai Jiaotong University, Yangzhou University dan pengusaha (restoran) dari Shenzhen adalah sebuah robot yang bisa memasak sampai 600 jenis masakan cina. Bisa dibayangkan bila kita punya robot seperti ini, pastinya kami tidak akan pernah bosan untuk makan di rumah terus. Sayang tidak ada penjelasan bagaimana prosedurnya tetapi mungkin karena saking banyaknya, kita harus terlebih dahulu meletakkan bahan-bahannya haha. Sepertinya bukan hal tidak mungkin lagi kalau nantinya mau makan, kita cukup tekan tombol dan makanan segera tersedia.
Analisis saya pada contoh kasus diatas, memmang tekonogi hampir dapat membuat semua kegiatan manusia menjadi praktis, bahkan dalam halnya memasak. Namun perlu ditekankan sekali lagi pada kelemahan komputerisasi seperti dalam generalisasi dan pemahaman pada pola kompleks, dimana mungkin teknologi diatas dapat membuat suatu makanan, tapi tetap segala sesuatu mengenasi rasa dan komposisi makanan yang akan diolah diprogram oleh manusia.
Sumber          :
Solso, R., Maclin, O. H., dan Maclin, M.K. Psikologi Kognitif. 2007. Jakarta: Erlangga

1 komentar:

  1. The best casinos to play in LA casinos for real
    List 바카라게임 of 바카라nbs시스템 all the best casinos to play in LA casinos for real money. 토토 사이트 운영 Online 피망슬롯 casinos list the best LA gambling sites for real money. No deposit bonuses, 해외 토토

    BalasHapus